Memilih Ban Dan Velg Motor Drag

Ban Motor –  Tren motor pakai kaki-kaki kecil masih ramai. Maksudnya, penggunaan Ban motor dgn tapak kecil. Bahkan, umumnya ban motoryak yg pakai Ban motor dan pelek biasa dipakai untuk drag bike yg balap di trek lempeng aja itu.

Boleh dan silakan aja? Kan yg punya motor dan duit, brother sendiri. Tapi tetap harus yg ada dipahami. “Ada perubahan karakter pakai ban motor dan pelek tapak kecil untuk harian seperti di motor drag,” tandas Anak Agung Surya Adicipta, instruktur safety riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Menurut Made Surya, panggilan akrab Anak Agung Surya Adicipta, ukuran ban motor dan pelek sudah disesuaikan desain dan performa. Makin kecil, artinya ukuran tingkat safetynya berkurang. “Misal, saat ngerem. Beban motor pastinya akan pindah ke depan,” wanti Made Surya yg tinggi besar ini.

Untuk itu, penting diperhatikan adalah saat melakukan pengereman dan ketika menikung. Titik ngebrake harus lebih jauh. Gerak tangan menekan tuas rem harus lembut.

Juga, jangan menikung terlalu miring. Diajak rebah nikung ekstrem, area traksi ban motor dan pelek drag look jauh lebih kecil. Kemiringan gak bisa disamakan. seperti ketika pakai roda estede.

Drag bike adalah balap yang mengutamakan catatan waktu. Sampai seperseratus detik angkanya bisa kelihatan. Dipastikan faktor penggunaan ban sangat menentukan catatan waktu yang memang ketat sekali .

Paling utama tentu memilih ban yang digunakan lebih dulu. Paling krusial ban belakang karena power mesin disalurkan lewat cengkraman karet bundar bagian belakang ini. Jadi, memang benar diperlukan ban yang menggigit.

Menurut Miekeel Tjahjanto dari MC Racing, paling bagus untuk saat ini menggunakan ban IRC Eat My Dust. Ban yang dikeluarkan dari pabrikan IRC Thailand ini memang mahal. Tapi, hasilnya sangat paten karena bukan saja kembangnya yang bagus, tapi compound sangat lunak dan memang compund racing.

Pilihan kedua merek HUT atau Vee Rubber. Ini sih hampir setara ban drag lokal yang banyak di pasaran. Hanya kompon saja yang lunak, tapi belum termasuk compound racing. Makanya ban ini direkomendasikan oleh Miekeel hanya untuk dipakai untuk ban depan.

Untuk itu, buat ban belakang lebih bagus tetap gunakan IRC Eat My Dust. “Bagian yang menapak ke aspal juga benar-benar mendukung untuk mengurangi gejala selip,” jelas Miekeel yang endut dan berkacamata itu.

Namun bukan berarti menggunakan ban IRC Eat My Dust sudah langsung bisa start. Tetap harus butuh perlakukan khusus. Miekeel biasanya pasang tire warmer atau pemanas ban untuk menjaga suhu ban tetap stabil.

Selain itu, ketika mau race juga ada trik khusus yang mantap dilakukan. Permukaan ban yang menapak ke aspal dilumuri bensol. Maksudnya adalah agar karet jadi lunak dan lebih dari soft compound.

Namun supaya tidak licin yang bisa bikin catatan waktu molor, permukaan ban juga harus dibuat sedikit lebih panas. Caranya bisa dengan dibawa burn out. Baru deh bisa langsung start. Wussss…

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s